Kamis, 21 Juli 2022

Secuplik Renungan Untuk Para Penggiat Arsitektur Nusantara

Sore ini saya mengikuti webinar mengenai arsitektur daerah sekitar IKN.. Lalu ada yang disampaikan oleh salah satu narasumber yang sangat membuat terdiam seketika dan berpikir.. Dari beliau Prof. Josef Prijotomo seorang Pakar Arsitektur Nusantara.. Sengaja saya ingin kutip disini, agar saya pun selalu ingat dan bisa menjadi bahan renungan barangkali ada lupa saat langkah saya ke depan..


"..... 𝗔𝗱𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗶𝘁𝘂?

𝗔𝗱𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗮𝗿𝘀𝗶𝘁𝗲𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗶𝘁𝘂?

Yg ada hanya 𝗮𝗿𝘀𝗶𝘁𝗲𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗱𝗶 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮.. 😔


.... 𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻 𝗽𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗜𝗿. 𝗦𝗼𝗲𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼 hanya meminta kita untuk mengejar ketertinggalan kemajuan (arsitektur global) 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲-𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮𝗮𝗻-𝗻𝘆𝗮.


... Lalu apa simbol dari "Indonesia" itu sendiri?... 𝗠𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗽𝘂𝘁𝗶𝗵.. 𝗚𝗮𝗿𝘂𝗱𝗮 𝗣𝗮𝗻𝗰𝗮𝘀𝗶𝗹𝗮...


Arsitektur global (Indonesia) merupakan sebuah 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗷𝗮𝘁𝗶 𝗱𝗶𝗿𝗶/𝗶𝗱𝗲𝗻𝘁𝗶𝘁𝗮𝘀 & 𝗷𝗮𝘁𝗶 𝘁𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁.


.... Arsitektur Indonesia seharusnya menjadikan arsitektur Nusantara sebagai 𝗮𝘆𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮, dan arsitektur Eropa sebagai 𝗿𝗲𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗷𝗮𝘄𝗮𝘁𝗻𝘆𝗮... "

(Prof. Josef Prijotomo/Webinar IKN)




Senin, 04 Juli 2022

Sebuah Niat Yang Diperbarui

 Sebuah percakapan dalam diri pada suatu malam di perantauan ini:


👸: Kapan engkau tau sejatinya dirimu itu?

👩: Baru saja.

👸: Lalu apa yang kau pikirkan setelah mengetahuinya?

👩: Membuat jejak bermanfaat sebanyak mungkin sebelum bisa pulang lagi.

👸: Maka lakukanlah sebaik mungkin dengan hatimu.

Kamis, 04 Agustus 2016

Pengulangan Juga Bisa Membuat Dirimu Cantik

Selama saya duduk di bangku pendidikan formal saya di Universitas Atmajaya Yogyakarta, saya juga menjalani pendidikan non formal yaitu Modeling School di LPK Papmi Yogyakarta. Sejak bergabung dengan Yoyon AT. Management pada tahun 2007, saya mulai menjalani aktivitas saya di dunia tersebut, entah itu saat pendidikannya ataupun saat nge’job’nya. Di dunia tersebut saya mengenal lingkungan yang lebih luas lagi selain di lingkungan kampus dan keluarga, saya mengenal banyak orang dari berbagai profesi, mulai model itu sendiri, designer, hingga fotografer.

Saya juga belajar banyak hal dari dunia Modeling sendiri, terutama belajar untuk lebih mengenal diri saya sendiri. Saya sadar bahwa banyak sekali orang di luar sana yang mengira bahwa menjadi seorang model identik dengan baju yang bagus dan juga barang, serta perawatan yang mahal. Akan tetapi mereka sama sekali tidak tau bahwa kami di balik layar justru berjuang keras agar saat kami tampil di catwalk ataupun di depan kamera terlihat bagus dan sempurna.

Perjuangan keras tersebut tidak hanya karena saat tak ada job hampir setiap hari harus terus saja latihan berjalan, berekspresi dan juga berpose, belum lagi saat pagi-pagi buta ataukah hingga tengah malam harus bertahan dengan make-up, juga di saat harus menggunakan highheels dengan begitu luwesnya disambi berpose saat ada di atas catwalk. Akan tetapi ada perjuangan lebih sulit di balik yang sudah saya sebutkan tadi, yaitu perawatan tubuh dan wajah tentu saja. Badan yang terus saja digunakan untuk berjalan dan berpose tentu saja membutuhkan perawatan tertentu, dari kesehatannya sendiri, bentuknya, juga perawatan kulit hingga apa yang kita kenakan. Apalagi wajah yang terus saja diberi make-up hampir sepanjang waktu, tentu membutuhkan perawatan agar tak ada iritasi, jerawat, atau masalah kulit lainnya.

Saya ini bukan termasuk orang yang suka menghabiskan waktu untuk berada lama-lama ada di salon, tetapi saya suka sekali dengan berbagai macam bentuk perawatan tubuh ataupun wajah (lulur, rempah, dll). Saya ingin berbagi pada anda semua tentang bagaimana merawat itu semua dengan biaya yang mungkin tidak akan dibayangkan kebanyakan orang. Anda hanya membutuhkan dorongan niat dan menjadikannya kebiasaan tentu saja.

Saya juga bukan termasuk orang yang melakukan perawatan wajah di dokter ataupun beauty care manapun. Jujur kalau saya ditanya berapa kali saya pernah melakukan suatu treatment untuk wajah, jawabannya baru sekali yaitu pada saat usia saya 25 tahun kemarin, dan itupun berupa totok wajah dikarenakan wajah saya seperti kelelahan (pegal dan sering sakit kepala), selain itu saya belum pernah. Anda percaya dengan apa yang saya katakan?? Entah anda percaya atau tidak, tapi hal itulah kenyataannya, yang benar-benar terjadi pada saya. Anda boleh menanyakan pada orang-orang terdekat saya kalau anda membutuhkan bukti.

Untuk masalah pakaian juga aksesoris yang saya kenakan pun, saya termasuk orang yang gak ‘neko-neko’. Apa yang saya pakai tidak harus bermerk terkenal, atau yang sedang ngetrend, walaupun mungkin jika dilihat dari sudut pandang salah satu profesi saya yaitu sebagai model seharusnya saya mengenakan semua barang itu. Tetapi saya punya sudut pandang sendiri tentang hal ini, saya rasa cantik itu tak harus mahal, hanya perlu ‘cocok’.

Cantik bukan lagi identik dengan tubuh yang sempurna, kulit putih, ataupun memakai pakaian dan aksesoris bermerk. Cantik adalah ketika anda mampu membuat orang ‘melihat’ pada diri anda yang terawat dan penampilan anda yang mungkin sederhana tapi sangat cocok dengan karakter pribadi anda. Semua wanita diciptakan dengan keunikannya sendiri, dengan ke’cantik’annya sendiri, jadi tidak akan bisa dibandingkan satu sama lain. Saya suka sekali melihat orang yang mungkin kebanyakan orang katakan dia tidak cantik, tetapi tubuhnya sangat terawat dan penampilannya pun terjaga, bagi saya dia pastilah terlihat cantik.

Untuk mempercantik diri anda sendiri, saya sarankan beberapa tahapan khusus yang selama ini juga saya jalani, seperti berikut :


· First, IDENTIFY YOURSELF, ACCEPT AND LOVE (KENALI DIRI ANDA, TERIMA DAN CINTAILAH)

Setiap orang dikaruniai kelebihan dan kekurangan masing-masing di dalam dirinya, kenalilah itu. Apakah anda telah dikaruniai mata yang bagus, rambut yang bagus, bibir yang indah, atau apapun, cobalah lihat dan kenalilah satu persatu. Lalu untuk kulit, siapa yang bilang jika anda memiliki kulit yang hitam itu tidak bagus? Semua kulit, entah itu putih ataupun hitam baru akan terlihat buruk apabila anda tidak merawatnya. Ada seseorang dengan kulit hitam tetapi dia mampu merawatnya dengan baik akan terlihat sangat eksotis dan menawan.

Jadi sekarang, perhatikanlah di depan cermin, lihatlah apa yang anda miliki, dari rambut, wajah, tubuh, kulit, hingga mata kaki. Kenalilah bagaimana bentuknya, warnanya, teksturnya, lalu terimalah. Jika ada kekurangan di sana kenalilah dulu lalu juga terimalah.

Setelah itu baru mulailah cintai diri anda apa adanya, cintailah apa yang anda miliki tersebut dengan menonjolkan kelebihan anda.

Anda tidak perlu membandingkannya dengan siapapun di dunia ini, karena sekali lagi seperti apa yang sudah saya bilang tadi bahwa semua wanita diciptakan dengan keunikannya sendiri, dengan ke’cantik’annya sendiri, jadi tidak akan bisa dibandingkan satu sama lain.


· Second, FORM THE CHARACTER OF YOURSELF (BENTUKLAH “KARAKTER” DIRI ANDA)

Setelah anda mulai mengenali diri anda dengan baik, mengetahui apa saja yang anda miliki mulai dari kelebihan hingga kelemahan, ini saatnya anda memasuki tahap kedua yaitu PEMBENTUKAN KARAKTER. Karakter yang saya maksudkan di sini adalah karakter asli dari diri anda, bukan hasil dari melihat orang lain. Anda tentu tahu, pada saat anda melalui proses pada tahap pertama di atas, anda pasti mulai juga bisa memilah mana bagian yang bagus dan mana pula bagian dari diri anda yang memiliki kekurangan. Seperti layaknya jika difoto, angle mana yang bagus dari anda dan mana yang tidak. Hal ini akan sangat membantu diri anda untuk membentuk karakter diri anda sendiri.

Ada berbagai macam karakter yang ada, diantaranya bisa berupa ‘kalem dan lembut’, tomboy, feminim, anggun dan keibuan, aktif dan ceria, dsb. Anda bisa menilai sendiri di depan cermin karakter manakah yang lebih dominan di dalam diri anda dan terlihat bagus untuk lebih ditonjolkan. Pembentukan karakter di sini juga akan membantu untuk menutupi kekurangan anda, bagus apabila bisa diperbaiki, namun apabila tidak memungkinkan, akan lebih bijaksana bila bisa disiasati dengan cara ini. Dan yang paling penting dari pembentukan karakter ini adalah anda tidak perlu menjadi ‘orang lain’, anda hanya harus mengembangkan apa yang memang sudah anda miliki secara alami. Proud of being yourself!


· Third, TAKE CARE OF YOURSELF (RAWAT DIRIMU)

Di tahap ketiga ini, dimana anda harus mulai merawat apa yang anda miliki. Saya yakin setelah anda mengenali diri anda, lalu menemukan karakter dan mulai membentuknya juga, anda tentu ingin membuat yang telah ada tersebut terlihat lebih bagus. Perawatan diri menurut anggapan saya pribadi merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas karunia yang kita dapat pada keseluruhan tubuh kita, tidak hanya untuk orang lain tetapi setidaknya membuat diri sendiri nyaman dengan tubuh kita. Perawatan tidaklah harus dijalani dengan menghabiskan banyak waktu di salon atau beauty care lainnya dan tentu dengan biaya yang tidak murah. Anda hanya harus melakukan perawatan yang mungkin dinilai sangat sederhana tetapi dikerjakan secara rutin. Jangan katakan kepada saya anda tidak memiliki cukup waktu untuk melakukannya, karena hal itu hanya membutuhkan waktu beberapa menit dalam sehari, yang mungkin anda bisa juga lakukan saat menjelang tidur, atau di sela-sela kesibukan anda. Saya katakan bahwa hal ini sangat tidak akan menyita waktu anda sehingga sangat mungkin juga untuk dilakukan oleh setiap orang. Anda hanya membutuhkan dorongan dan keinginan lebih dari dalam diri anda. Tentu saja kita ingin memiliki kulit halus terawat, juga wajah yang terawat, apalagi bagi seorang wanita itu merupakan salah satu mood booster untuk hari-harinya.


· Fourth, MATCH YOUR FASHION STYLE WITH YOUR CHARACTER (PADUKAN GAYA BERBUSANAMU DENGAN KARAKTER PRIBADIMU)

Tahap keempat ini berhubungan dengan penampilan anda untuk membalut tubuh anda yang telah anda rawat tadi dengan cantik. Penampilan seperti layaknya cover sebuah buku, orang yang baru pertama kali bertemu dengan anda, mau tidak mau, akan menilai dan mengenal anda melalui penampilan anda terlebih dahulu sebelum jauh menelusuri kepribadian anda di dalam, tentu jika selanjutnya anda mengijinkannya setelah itu. Namun dari situ kita tahu bahwa begitu pentingnya arti penampilan yang akan menentukan untuk pertama kalinya gambaran tentang siapa diri kita. Jika penampilan anda rapi dan hormat, akan tidak mungkin orang lain memperlakukan anda dengan tidak hormat, atau jika penampilan anda tidak pantas, tidak akan mungkin juga anda akan ditanggapi dengan lebih baik.  

Saya katakan tadi bahwa penampilan merupakan gambaran awal tentang siapa diri kita. Pada tahap pertama dan kedua tadi, anda sudah saya ajak untuk mengenali diri anda dan mengetahui karakter diri anda yang sebenarnya serta mulai membentuknya (menguatkannya). Nah, jadikan tahap keempat ini untuk memperkuatnya, anda bisa memadukan atau mencocokan gaya berpakaian anda dengan karakter yang anda miliki. Jadi, ketika nanti ada orang yang bertemu dengan anda, dia bisa langsung mengetahui oh bahwa anda termasuk orang yang seperti ini, sesuai dengan karakter anda pribadi.


· Fifth, REPETITION MAKES PERFECT (PENGULANGAN MEMBUAT SEMPURNA)

Quote “REPETITION MAKES PERFECT” ini saya jadikan tahap kelima dan tahap final dalam beauty self ini. Qoute inilah yang selama ini saya jalani dan saya yakini menentukan segala jerih payah yang akhirnya tak terasa menjadi sebuah kebiasaan yang berulang yang nantinya akan membuahkan hasil yaitu kepuasan terutama untuk diri anda sendiri. Saya cenderung menilai bahwa ‘repetition’ / pengulangan yang lebih banyak orang menyebutnya menjadi sebuah kebiasaan akan membawa dampak yang lebih baik dibandingkan dengan harus melakukan suatu hal dengan hati. Iya memang benar sekali bahwa kita memerlukan niat yang benar-benar didasari dari hari pada mulanya, akan tetapi harus tidak dipungkiri bahwa pada suatu titik, kejenuhan akan tetap menghampiri. Maka dari itu sesuatu yang berasal dari hati itu harus dibungkus dengan pengulangan yang dilakukan terus menerus hingga mungkin kita sendiri tidak sadar, dan itulah yang akhirnya akan membawa dampak sebuah hasil yang anda impikan.


Kelima tahapan di atas lah yang selama ini saya jalani, tentu tidak instant. Diperlukan waktu untuk menjadikan prosesnya membuahkan hasil. Dan yang paling penting adalah tidak mudah menyerah. Jenuh itu pasti datang ke setiap orang, lalu bagaimana saya mengatasinya dalam proses yang saya jalani tersebut? Bangun pengulangan itu menjadi sebuah kebiasaan yang tidak anda sadari.


Oke, Selamat Mencoba dan Memanjakan Diri Sendiri! 


Kamis, 07 Juli 2016

Pengulangan: Sebuah Kebiasaan Yang Menjadikan Ruang Indah

Ada yang pernah bilang pada saya bahwa “Keadaan kamar itu adalah gambaran suasana hati dari penghuninya..”. Itulah sebabnya mengapa dari kamar atau ruangan yang berantakan tersebut kebanyakan kita akan menemui penghuni yang hatinya mungkin belum ‘tenang’, gampangannya begini kita akan ambil kesimpulan dari pernyataan tadi bahwa kalau suasana hati kita sedang buruk tentunya terkadang membersihkan diri saja kita akan malas, apalagi membersihkan ruangan, sebaliknya kalau suasana hati sedang baik maka kita akan lebih semangat untuk menata kamar.

Tapi di sini saya akan mencoba menggunakan teori kebalikan dari pernyataan tadi, bahwa dari kamar dan ruangan yang bersih lah kita akan menemukan mood yang lebih baik, karena aktivitas kita tentunya akan dimulai dari rumah, yang tentu saja terdiri dari ruangan-ruangan tadi, apalagi kamar tidur. Melihat ruangan dan kamar tidur yang tertata dengan baik secara psikologis akan membuat pikiran kita lebih tenang dan jernih.

Hal ini saya secara pribadi saya alami, di saat dulu mungkin saya agak malas untuk menata ruangan, tetapi ya karena ilmu yang saya dapat di bangku perkuliahan mulai membiasakan saya untuk memperhatikan detail ruangan yang ada di sekitar saya, yang akhirnya membuat sudut pandang saya sedikit lebih fokus ke arah penataan ruang. Itu tentu saja tidak berlangsung secara instant, sedikit demi sedikit saya mulai dan akhirnya pada suatu titik saya menemukan ruangan di sekitar saya sudah tertata rapi.

Lho?? Instant?? Sulap?? Hehe

Saya terusik sekali dengan keadaan yang banyak saya temui, orang yang saya temui cantiikk sekali dan terawat, maka pikiran yang terbentuk di kepala saya adalah rumah yang dia tinggali juga akan sama terawatnya seperti dia karena gambaran itulah yang saya lihat pada dirinya. Namun kenyataan yang saya dapati ternyata tidak seperti itu, banyak sekali keadaan dimana saya bertemu dengan orang cantik/ganteng dan terawat tetapi berbanding terbalik dengan keadaan rumah atau ruangan yang ia tinggali. Jangan kemukakan pada saya, bahwa hanya karena anda terlalu sibuk, maka anda tidak akan sempat melakukan semua itu...hehehehe..karena saya akan bantah dengan kata-kata ini, anda saja sempat melakukan perawatan pada tubuh anda sampai ke tempat yang jauh, tetapi tidak sempat membereskan ruangan yang justru sangat dekat dengan anda itu.


Anda hanya perlu membiasakan hal ini saya, dan bukan dalam skala yang besar tiap anda lakukan itu. Saya masih akan gunakan quote ini “REPETITION MAKES PERFECT”, kebiasaan yang anda lakukan berulang-ulang (tidak perlu dengan skala besar tapi menerus) akan menghasilkan kesempurnaan, dan di titik itu anda akan mendapatkan kepuasan atas hasil kerja keras yang tidak anda sadari.

Saya akan coba memberikan sedikit tips yang bisa anda jadikan langkah untuk anda mencoba menciptakan ruangan indah yang selaras dengan kecantikan anda itu lhooo...;D
Dan tentu saja, anda tidak ingin kan di katakan, “Eh, cantik-cantik kok rumahnya gak cantik?” hehehe..

Anda tidak perlu khawatir karena cantik tidaklah harus mahal, dan gak semua yang mahal itu cantik. Jadi, anda bisa mulai dengan tahapan sebagai berikut:

  • First, CHOOSE YOUR COLOR (Pilih Warnamu)
  • Second, LOOKING FOR YOUR STUFF (Cari ‘Pernik’mu)
  • Third, MAKE YOUR OWN STYLE TO ORDER YOUR STUFF (Buat Gayamu Dalam Penataan)
  • Fourth, COMBINE YOUR COLOR AND YOUR STUFF (Kombinasikan Warna dengan Pernikmu)
  • Fifth, CLEAN ROOM AND RETURN THE STUFF (Bersihkan Ruang dan Kembalikan pada Tempatnya)
  • Sixth, REPETITION MAKES PERFECT (Pengulangan Membuat Kesempurnaan)

Oke kalau begitu, selamat berkreasi!

Sabtu, 24 Mei 2014

Mari Belajar Teori Warna! "Color Theory"

Hello guys...ini mungkin akan jadi tulisan pertama saya, dan maaf sekalii ini sangat lama dari waktu yang saya janjikan...ada yang mampu mengalihkan sedikit perhatian saya...nanti saya akan ceritakan pada anda semua..
Oke guys, mungkin tulisan ini akan bersifat pengetahuan seperti yang pernah saya janjikan untuk saya bagi pada anda semua. Masih ingatkah bagi anda yang sudah pernah membaca blog saya secara lengkap sejak blog ini diluncurkan??? .....hmmm...apa ya?? ......yup, anda betul! TEORI WARNA!

Menurut anda apa sih warna itu? Dan apa pentingnya untuk diri kita? Mungkin kebanyakan dari kita selama ini hanya menyukai sebuah warna (misal merah, pink, hitam, dll) tapi cenderung tidak mengerti apa yang terkandung di dalam warna kesayangan kita tersebut. Maka dari itu di sini saya akan coba bedah apa itu warna dan apa pentingnya sebuah warna terutama dalam dunia arsitektur dan fashion.

Pertama-tama, kita akan coba jabarkan dulu pengertian dari warna itu sendiri. WARNA adalah sebuah spektrum (keadaan tak terbatas yang bisa berubah tak terbatas juga) tertentu yang terdapat di dalam sebuah cahaya sempurna (putih), dan identifikasi warna itu sendiri ditentukan oleh panjang gelombang. Mata manusia akan mampu menangkap panjang gelombang antara 380-780 nanometer, misal biru adalah di 460 nanometer.

Setiap warna akan mampu memberi identitas dan kesan tersendiri terhadap sebuah benda, dan tentu akan memberi pengaruh pada kesan pertama yang akan dilihat orang lain. Kita mengenal banyak sekali ragam warna dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam dunia arsitektur, penataan interior ataupun dalam dunia fashion. Untuk mempermudah pengenalan kita terhadap keragaman warna tersebut, kita mengenal adanya teori warna.

Teori Newton (1642 – 1727)
Dalam teori Newton, diyakini warna merupakan sebuah pemecahan warna spektrum dari sinar matahari, dan dari sini akan ditemukan pecahan warna “Me-ji-ku-hi-bi-ni-u”. Asumsi ini disebabkan oleh sebuah eksperimen sederhana menggunakan sebuah prisma, dan prisma inilah yang memecah cahaya matahari menjadi 7 (tujuh) pecahan warna tadi.
Newton sendiri menyimpulkan bahwa jika ada sebuah benda terlihat berwarna, maka hal tersebut dikarenakan hasil pantulan dari salah satu spektrum cahaya matahari, hal ini dikarenakan benda tidak memiliki warna. Dan mata manusia-lah yang memiliki fotoreseptor atau penerima cahaya untuk menangkap warna yang memantul dari sebuah benda.
Namun kemudian teori tersebut tenggelam seiring dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan. Banyak orang yang pada akhirnya menyanggah teori Newton tersebut.

Teori Brewster
Warna memberikan pengaruh kepada subjek yang melihatnya dan juga memberikan stimulasi perasaan kepada si subjek tersebut. Di dalam teori Brewster warna dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu :
  • Warna Primer; merupakan warna dasar atau warna pokok yang bisa berdiri sendiri dam bukan merupakan pencampuran warna apapun
  • Warna Sekunder; dimana merupakan campuran 2 (dua) warna pokok/Primer
  • Warna Tertier; merupakan campuran  2 (dua) warna Sekunder
Rumus penggolongan warna tersebut yang kemudian mendorong terciptanya sebuah lingkaran warna, dan kemudian diikuti oleh banyak orang dalam berbagai bidang.

 


Gambar Lingkaran Warna

Teori Prang
Teori Prang adalah teori yang sering digunakan dalam dunia fashion, yang membagi warna menjadi 5 jenis, yaitu :
  • Warna Primer; merupakan warna dasar (merah, kuning, biru)
  • Warna Sekunder; merupakan campuran 2 (dua) warna Primer (Orange, Hijau, Ungu)
  • Warna Intermediet; adalah campuran antara warna primer dengan warna sekunder dalam satu lingkaran berdekatan (Merah Ungu, Merah Jingga, Biru Ungu, Hijau Biru, Kuning Jingga, Hijau Kuning)
  • Warna Tertier; merupakan campuran  2 (dua) warna Sekunder
  • Warna Kuarter; merupakan campuran 2 (dua) warna Tertier

Dari 2 (dua) teori terakhir di atas kita simpulkan bahwa pada dasarnya Teori Prang menjelaskan dan juga melengkapi Teori Brewster atas penggolongan warna yang akan kita rinci sebagai berikut :
  • Warna Primer; merupakan warna dasar (merah, kuning, biru)
  • Warna Sekunder; merupakan campuran 2 (dua) warna Primer (Orange, Hijau, Ungu)

  • Warna Intermediet; adalah campuran antara warna primer dengan warna sekunder dalam satu lingkaran berdekatan (Merah Ungu, Merah Jingga, Biru Ungu, Hijau Biru, Kuning Jingga, Hijau Kuning)
  • Warna Tertier; merupakan campuran  2 (dua) warna Sekunder


  • Warna Kuarter; merupakan campuran 2 (dua) warna Tertier

Kemudian selain penggolongan yang dijabarkan oleh 2 teori di atas kita juga mengenal adanya penggolongan warna seperti di bawah ini :


  • Monochromatic; pemilihan warna dan ‘shades’ dalam satu corak.
In Architectural
In Fashion


  • Analogues; mengharmonisasi 2 (dua)/lebih warna yang berdekatan, seperti biru-hijau dan hijau.
In Architectural

In Fashion


  • Triad; merupakan keseimbangan 3 (tiga) warna yang kuat, seperti biru-hijau (tosca), kuning-orange (kuning kunir) dan merah-ungu (ungu tua)
In Architectural

In Fashion


  • Complementary; merupakan perpaduan warna yang kontras, memilih 2 (dua) warna yang berlawanan, misal biru dan orange.
In Fashion
In Architectural


  • Neutral; merupakan golongan warna-warna yang tidak akan terlalu menyita banyak perhatian mata, seperti warna hitam, beige, taupe, olive, dll.

Warna Netral


In Architectural

In Fashion



Dan tentunya kita juga harus mengenal pengelompokan warna berdasarkan temperature dan Intensity/Intensitas.
  • Temperature Scheme; dibedakan menjadi warna panas-hangat dan warna sejuk-dingin, seperti gambar di bawah ini:

Warna Dingin - Hangat



  • Intensity Scheme; dibedakan berdasarkan intensitas terang dan gelap pada warna, sehingga digolongkan menjadi sebagai berikut :


    • Terang
    • Pucat
    • Cerah
    • Gelap








Setelah kita mengetahui penggolongan dan pengelompokan warna berdasarkan teori-teori di atas, dalam memilih warna kita juga harus mengetahui bahwa secara psikologis sebuah warna memiliki ‘mood’ tersendiri. Maka untuk mendapatkan mood yang kita tuju, kita harus memilih warna yang tepat. Jangan ketika kita menginginkan mood yang ceria dan kuat kita justru memilih warna biru yang justru ditujukan untuk sebuah ketenangan.






Ada tips yang saya dapatkan dari sebuah modul 'Color Theory' yang saya pelajari dalam memilih warna dalam 4 langkah, yaitu:
  • Define; tetapkan dulu ‘project’ yang anda tuju (tema)
  • Choose; pilih mood yang ingin dihadirkan di dalamnya
  • Use; gunakan palette warna atau lingkaran warna
  • Edit; kemudian sesuaikan warna-warna yang anda pilih dalam lingkaran warna tadi.

Oke guys, selamat mencoba untuk merangkai warna anda sendiri....! Beranilah bermain dengan warna karena anda tidak akan pernah tau hal-hal menakjubkan yang akan dihadirkan dari setiap warna yang belum pernah anda coba!;) Play your color and have fun..!




Sumber :
- http://thestylenote.com/2013/04/09/styling-101-color-combinations/#more-607
- http://www.adesinamedia.com/color-theory-for-non-designers-instructional-module/

Senin, 07 April 2014

Finally, i could launch my personal blog...:)
Di sini saya akan berbagi mengenai dunia saya yang kompleks, tentang kecantikan juga penataan rumah/ruangan. Bener2 gak sabar untuk menulis, tangan sudah gatal mengetik untuk membagi banyak hal dengan anda semua.Okeyy guys, enjoy all of my tips...enjoy my blog...and...
Lets share with me...;))