Sabtu, 24 Mei 2014

Mari Belajar Teori Warna! "Color Theory"

Hello guys...ini mungkin akan jadi tulisan pertama saya, dan maaf sekalii ini sangat lama dari waktu yang saya janjikan...ada yang mampu mengalihkan sedikit perhatian saya...nanti saya akan ceritakan pada anda semua..
Oke guys, mungkin tulisan ini akan bersifat pengetahuan seperti yang pernah saya janjikan untuk saya bagi pada anda semua. Masih ingatkah bagi anda yang sudah pernah membaca blog saya secara lengkap sejak blog ini diluncurkan??? .....hmmm...apa ya?? ......yup, anda betul! TEORI WARNA!

Menurut anda apa sih warna itu? Dan apa pentingnya untuk diri kita? Mungkin kebanyakan dari kita selama ini hanya menyukai sebuah warna (misal merah, pink, hitam, dll) tapi cenderung tidak mengerti apa yang terkandung di dalam warna kesayangan kita tersebut. Maka dari itu di sini saya akan coba bedah apa itu warna dan apa pentingnya sebuah warna terutama dalam dunia arsitektur dan fashion.

Pertama-tama, kita akan coba jabarkan dulu pengertian dari warna itu sendiri. WARNA adalah sebuah spektrum (keadaan tak terbatas yang bisa berubah tak terbatas juga) tertentu yang terdapat di dalam sebuah cahaya sempurna (putih), dan identifikasi warna itu sendiri ditentukan oleh panjang gelombang. Mata manusia akan mampu menangkap panjang gelombang antara 380-780 nanometer, misal biru adalah di 460 nanometer.

Setiap warna akan mampu memberi identitas dan kesan tersendiri terhadap sebuah benda, dan tentu akan memberi pengaruh pada kesan pertama yang akan dilihat orang lain. Kita mengenal banyak sekali ragam warna dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam dunia arsitektur, penataan interior ataupun dalam dunia fashion. Untuk mempermudah pengenalan kita terhadap keragaman warna tersebut, kita mengenal adanya teori warna.

Teori Newton (1642 – 1727)
Dalam teori Newton, diyakini warna merupakan sebuah pemecahan warna spektrum dari sinar matahari, dan dari sini akan ditemukan pecahan warna “Me-ji-ku-hi-bi-ni-u”. Asumsi ini disebabkan oleh sebuah eksperimen sederhana menggunakan sebuah prisma, dan prisma inilah yang memecah cahaya matahari menjadi 7 (tujuh) pecahan warna tadi.
Newton sendiri menyimpulkan bahwa jika ada sebuah benda terlihat berwarna, maka hal tersebut dikarenakan hasil pantulan dari salah satu spektrum cahaya matahari, hal ini dikarenakan benda tidak memiliki warna. Dan mata manusia-lah yang memiliki fotoreseptor atau penerima cahaya untuk menangkap warna yang memantul dari sebuah benda.
Namun kemudian teori tersebut tenggelam seiring dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan. Banyak orang yang pada akhirnya menyanggah teori Newton tersebut.

Teori Brewster
Warna memberikan pengaruh kepada subjek yang melihatnya dan juga memberikan stimulasi perasaan kepada si subjek tersebut. Di dalam teori Brewster warna dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu :
  • Warna Primer; merupakan warna dasar atau warna pokok yang bisa berdiri sendiri dam bukan merupakan pencampuran warna apapun
  • Warna Sekunder; dimana merupakan campuran 2 (dua) warna pokok/Primer
  • Warna Tertier; merupakan campuran  2 (dua) warna Sekunder
Rumus penggolongan warna tersebut yang kemudian mendorong terciptanya sebuah lingkaran warna, dan kemudian diikuti oleh banyak orang dalam berbagai bidang.

 


Gambar Lingkaran Warna

Teori Prang
Teori Prang adalah teori yang sering digunakan dalam dunia fashion, yang membagi warna menjadi 5 jenis, yaitu :
  • Warna Primer; merupakan warna dasar (merah, kuning, biru)
  • Warna Sekunder; merupakan campuran 2 (dua) warna Primer (Orange, Hijau, Ungu)
  • Warna Intermediet; adalah campuran antara warna primer dengan warna sekunder dalam satu lingkaran berdekatan (Merah Ungu, Merah Jingga, Biru Ungu, Hijau Biru, Kuning Jingga, Hijau Kuning)
  • Warna Tertier; merupakan campuran  2 (dua) warna Sekunder
  • Warna Kuarter; merupakan campuran 2 (dua) warna Tertier

Dari 2 (dua) teori terakhir di atas kita simpulkan bahwa pada dasarnya Teori Prang menjelaskan dan juga melengkapi Teori Brewster atas penggolongan warna yang akan kita rinci sebagai berikut :
  • Warna Primer; merupakan warna dasar (merah, kuning, biru)
  • Warna Sekunder; merupakan campuran 2 (dua) warna Primer (Orange, Hijau, Ungu)

  • Warna Intermediet; adalah campuran antara warna primer dengan warna sekunder dalam satu lingkaran berdekatan (Merah Ungu, Merah Jingga, Biru Ungu, Hijau Biru, Kuning Jingga, Hijau Kuning)
  • Warna Tertier; merupakan campuran  2 (dua) warna Sekunder


  • Warna Kuarter; merupakan campuran 2 (dua) warna Tertier

Kemudian selain penggolongan yang dijabarkan oleh 2 teori di atas kita juga mengenal adanya penggolongan warna seperti di bawah ini :


  • Monochromatic; pemilihan warna dan ‘shades’ dalam satu corak.
In Architectural
In Fashion


  • Analogues; mengharmonisasi 2 (dua)/lebih warna yang berdekatan, seperti biru-hijau dan hijau.
In Architectural

In Fashion


  • Triad; merupakan keseimbangan 3 (tiga) warna yang kuat, seperti biru-hijau (tosca), kuning-orange (kuning kunir) dan merah-ungu (ungu tua)
In Architectural

In Fashion


  • Complementary; merupakan perpaduan warna yang kontras, memilih 2 (dua) warna yang berlawanan, misal biru dan orange.
In Fashion
In Architectural


  • Neutral; merupakan golongan warna-warna yang tidak akan terlalu menyita banyak perhatian mata, seperti warna hitam, beige, taupe, olive, dll.

Warna Netral


In Architectural

In Fashion



Dan tentunya kita juga harus mengenal pengelompokan warna berdasarkan temperature dan Intensity/Intensitas.
  • Temperature Scheme; dibedakan menjadi warna panas-hangat dan warna sejuk-dingin, seperti gambar di bawah ini:

Warna Dingin - Hangat



  • Intensity Scheme; dibedakan berdasarkan intensitas terang dan gelap pada warna, sehingga digolongkan menjadi sebagai berikut :


    • Terang
    • Pucat
    • Cerah
    • Gelap








Setelah kita mengetahui penggolongan dan pengelompokan warna berdasarkan teori-teori di atas, dalam memilih warna kita juga harus mengetahui bahwa secara psikologis sebuah warna memiliki ‘mood’ tersendiri. Maka untuk mendapatkan mood yang kita tuju, kita harus memilih warna yang tepat. Jangan ketika kita menginginkan mood yang ceria dan kuat kita justru memilih warna biru yang justru ditujukan untuk sebuah ketenangan.






Ada tips yang saya dapatkan dari sebuah modul 'Color Theory' yang saya pelajari dalam memilih warna dalam 4 langkah, yaitu:
  • Define; tetapkan dulu ‘project’ yang anda tuju (tema)
  • Choose; pilih mood yang ingin dihadirkan di dalamnya
  • Use; gunakan palette warna atau lingkaran warna
  • Edit; kemudian sesuaikan warna-warna yang anda pilih dalam lingkaran warna tadi.

Oke guys, selamat mencoba untuk merangkai warna anda sendiri....! Beranilah bermain dengan warna karena anda tidak akan pernah tau hal-hal menakjubkan yang akan dihadirkan dari setiap warna yang belum pernah anda coba!;) Play your color and have fun..!




Sumber :
- http://thestylenote.com/2013/04/09/styling-101-color-combinations/#more-607
- http://www.adesinamedia.com/color-theory-for-non-designers-instructional-module/